Calon Transfer Terbaik & Terburuk
Dengan bursa transfer yang telah terlewati, kami mencoba mereview transfer pemain yang telah berhasil dilakukan klub Inggris di bulan Januari 2009 ini.Kami akan mencoba membuat perkiraan mana calon transfer yang terbaik, mana yang terburuk dan mana yang transfer spekulasi (bisa baik maupun bisa menjadi terburuk).
Kriteria transfer yang baik adalah pemain yang didatangkan memang sedang dibutuhkan tim dan berpotensi mampu mengangkat tim. Ia juga harus mempunyai kemampuan yang bagus ataupun berpotensi menjadi bagus. Dan jangan lupa harga transfer juga ikut menjadi faktor penilaian, membeli pemain yang terlalu melampaui harga sesungguhnya adalah bukan tindakan transfer yang bijaksana.
CALON TRANSFER TERBAIK:
1. Emile Heskey (Aston Villa)
| Klub | Pos | Harga | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|---|---|
| Aston Villa | Striker | £3,5 Juta | 31 | Wigan |
Heskey walaupun telah menginjak usia 31 tahun adalah salah seorang target man terbaik di Premier League. O'Neil tahu ia mempunyai dua sayap cepat yang sangat bagus, Ashley Young dan Gabriel Agbonlahor, namun Villa sebetulnya tidak cukup optimal di posisi ujung tombak. Disinilah peran Heskey diharapkan akan memaksimalkan serangan dengan menjadi penyelesai akhir bagi Young maupun Agbonlahor, sekaligus menciptakan persaingan sehat dengan striker John Carew dan Marlon Harewood agar mereka bisa bermain lebih konsisten. Faktor plus lainnya adalah O'Neil telah mengenal Heskey sejak ia masih melatih Leicester City, klub kuda hitam Liga Inggris di tahun 90-an. Heskey kala itu telah menjadi striker muda andalan O'Neil, sebelum ia dijual ke Liverpool dengan rekor transfer £11 juta.
2. Mido (Wigan)
| Klub | Pos | Harga | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|---|---|
| Wigan | Striker | Pinjam | 25 | Middlesbrough |
Wigan dibawah Steve Bruce berlaku sangat sangat cerdik dalam bursa transfer pemain. Setelah menjual Wilson Palacios dengan harga selangit ke Tottenham, Bruce kini memilih Mido sebagai pengganti Heskey yang terpaksa dijual karena kontraknya akan habis di akhir musim ini. Jika kita menilik ke belakang, Mido adalah merupakan salah satu wonderkid di saat ia masih berada di Ajax. Ia mampu tampil baik sekali jika kondisinya fit. Kini dengan usia yang masih 25 tahun, ia sebetulnya masih menyimpan potensi untuk menjadi lebih baik lagi jika menemukan tim & manager yang tepat. Bukan kebetulan jika di Wigan telah berada striker yang juga asal Mesir Amr Zaki, Steve Bruce dengan jeli melihat bahwa duet dengan kompatriotnya yang sukses di Wigan tersebut bisa berpotensi membuat Mido dapat mencapai kemampuan terbaiknya sekaligus mengangkat Wigan.
3. Jermaine Pennant (Portsmouth)
| Klub | Pos | Harga | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|---|---|
| Portsmouth | Gelandang Sayap | Pinjam | 25 | Liverpool |
Seperti halnya Mido, Pennant adalah juga 'mantan' wonderkid yang kurang beruntung hingga tidak mencapai harapan orang. Saat masih di Arsenal sebagai pemain muda, ia telah dikelilingi oleh pemain-pemain kelas dunia yang otomatis membuatnya tidak mendapatkan pengalaman bertanding yang cukup. Ketika ia kemudian pindah ke Birmingham, barulah ia melesat karena diberikan kebebasan dan kesempatan bermain regular setiap minggu. Namun belum cukup mencapai potensinya terbaiknya, ia memutuskan pindah ke Liverpool yang tertarik dengan penampilannya. Ia pun kembali berada di lingkungan world class players yang justru membuatnya sulit tampil secara regular. Tony Adams berharap kerja samanya dengan mantan rekannya di Liverpool Peter Crouch akan dapat menghasilkan sesuatu yang istimewa bagi Portsmouth di akhir musim ini.
4. El-Hadji Diouf
| Klub | Pos | Harga | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|---|---|
| Blackburn | Gelandang Sayap/Striker | £2 Juta | 28 | Sunderland |
Diouf datang ke Blackburn saat klub Lancashire ini sangat membutuhkan sayap kanan yang bermutu. Setelah David Bentley pergi, manager terdahulu Paul Ince tak juga mencoba menggantikannya dengan pemain yang pantas. Memang ada gelandang bagus seperti Carlos Villanueva, namun ia lebih tepat diposisikan sebagai gelandang menyerang tengah. El-Hadji Diouf bukan hanya pemain sayap yang bagus, tetapi ia juga bisa dipasang di depan dan menjadi tandem Target Man Roque Santa Cruz yang cocok. Keunggulan fisik Santa Cruz akan ideal jika didukung oleh teknik dan bakat alam seperti Diouf. Faktor plus lainnya kembali lagi kepada faktor Sam Allardyce yang telah mengenalnya sewaktu di Bolton. Diouf adalah salah satu pemain kunci Big Sam di Bolton saat mereka mampu menjadi tim kuat di era Allardyce.
5. Ricardo Quaresma
| Klub | Pos | Harga | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|---|---|
| Chelsea | Gelandang Sayap | Pinjam | 25 | Inter Milan |
Datang pada saat yang tepat. Saat Joe Cole cedera panjang sampai akhir musim dan saat Scolari juga mulai menerapkan serangan lewat sayap, Quaresma datang membawa skill dan potensinya yang memang besar.Mentalnya memang menjadi perhatian disini. Ia tak mampu menghadapi tekanan yang terlalu besar, seperti yang dikatakan Jose Mourinho. Namun di tangan Scolari yang telah terbukti mampu membuatnya bersinar di Piala Eropa kemarin, bukan mustahil ia mampu membuktikan kembali kemampuannya sebagai salah seorang pemain sayap yang kemampuannya mendekati Cristiano Ronaldo.
Chelsea memang bukanlah timnas Portugal, disini tekanan juga besar adanya walaupun sama-sama Scolari yang menjadi pelatihnya. Jika ia gagal, Chelsea tak terlalu rugi karena ia hanya dalam status peminjaman. Namun jika Scolari mampu memompa kepercayaan diri dan mental 'tahan banting'nya, Chelsea akan bisa lebih menakutkan di paruh kedua Liga Premier.
TRANSFER SPEKULATIF:
1. Andrei Arshavin (Arsenal)
Semoga 'mata elang' Arsene Wenger yang terkenal sangat jarang gagal, masih terbukti tajam saat ini.
| Klub | Pos | Harga | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|---|---|
| Arsenal | Gelandang Tengah/Penyerang | £15 Juta | 27 | Zenit St Petersburg |
Arshavin adalah pemain hebat, semua orang tentu mengakuinya. Performanya di Piala Eropa melaui timnas Rusia dan Piala UEFA dengan klub lamanya Zenit St Petersburg membuat kita berdecak kagum. Namun faktor pengalaman bermain di negara asing belumlah ada sama sekali. Ia terhitung sembilan tahun menghuni Zenit St Petersburg tanpa sekalipun pindah klub lain. Adaptasi Arshavin di negara asing seperti Inggris inilah yang membuat adanya sedikit keraguan disini. Faktor lain adalah tuntutan yang langsung besar sekali, karena ia sangat diharapkan untuk mampu menggantikan posisi dan peran Cesc Fabregas yang cedera panjang dan mengangkat Arsenal setidaknya ke posisi 'Liga Champions' (4 besar).
Dengan kata lain mental Arshavin diuji disini, jika ia kuat maka tak ragu lagi ia akan muncul menjadi salah satu pemain legendaris Arsenal. Jika tidak, maka Arsenal harus berdoa agar mereka masih dinaungi keberuntungan untuk bisa lolos ke Liga Champions musim depan.
2. Robbie Keane (Tottenham)
Cerita come back terbaik atau hanya transfer yang sentimentil ?
| Klub | Pos | Harga | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|---|---|
| Tottenham | Penyerang | £15 Juta | 28 | Liverpool |
Dramatis, adalah kata yang cocok bagi kepulangan Robbie Keane ke Tottenham. Setelah meraung-raung meminta dijual pada awal musim, kini ia kembali ke klub yang memang telah membuatnya menjadi salah satu penyerang terbaik di Premier League saat sukses bertandem dengan Dimitar Berbatov.Keane tampaknya tidak bisa sembarang diduetkan dengan pemain lain, terbukti duetnya bersama Fernando Torres termasuk kurang berhasil, setidaknya dalam waktu 6 bulan terakhir. Namun keadaan sebelum ia meninggalkan Spurs dulu telah menjadi agak berbeda sekarang. Jermaine Defoe dan Darren Bent memang dikenalnya, tetapi mereka bukanlah tandem sehatinya, apalagi Defoe dan Keane bertipe hampir sama. Sementara striker asal Rusia Roman Pavlyuchenko sedang mengalami masalah kesulitan adaptasi. Terakhir, Fraizer Campbhell mungkin akan jarang dimainkan Redknapp karena tampaknya tidak akan mau dilepas Manchester United pada akhir musim.
Dahulu Defoe tersisihkan juga karena Keane lebih diutamakan ketimbang dia. Duet diantara mereka sendiri terbukti kurang cocok, berhubung kesamaan tipe bermain. Kini tidak jelas apakah maksud Tottenham mendatangkan kembali Keane. Apakah Defoe direncanakan hanya untuk menjadi cadangan Keane seperti kala pertama mereka masih di Tottenham ? Jika iya, alangkah sayangnya potensi Defoe tersiakan. Jika sebaliknya Keane yang menjadi cadangan, lebih lucu lagi karena mereka mau menghabiskan £15 juta pound hanya untuk seorang pemain cadangan berusia 28 tahun.
Beruntung atau tidak, Jermaine Defoe justru cedera saat Keane datang. Ironisnya transfer ini kini mendadak menjadi lebih masuk akal. Kesempatan bermain Keane jelas terbuka lebih lebar. Jika Keane bisa sukses diduetkan dengan Roman Pavlyuchenko maupun Darren Bent, maka ini akan menjadi salah satu cerita 'come back' terbaik. Jika tidak, maka ini hanya akan menjadi transfer sentimentil kembalinya seorang mantan idola klub.
CALON TRANSFER TERBURUK:
1. Marlon King (Middlesbrough)
| Klub | Pos | Harga | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|---|---|
| Middlesbrough | Striker | Pinjam | 28 | Wigan |
Jujur saja, King mungkin termasuk salah satu pemain yang kemampuannya tidak cukup untuk berprestasi di Premier League. Championship adalah liga yang cocok dengan kemampuannya. Namun saat tim bermain pas sesuai keinginannya, King bisa berbuat sesuatu seperti saat ia mengangkat Watford promosi ke Premier League.Ini merupakan transfer yang rawan kegagalan dan jelas ini perjudian besar Gareth Southgate mengingat posisi Boro sudah sangat rawan terdegradasi. Apalagi Southgate sudah cukup stress dengan penampilan striker £12 jutanya Alfonso Alves yang ternyata tak kunjung mencapai harapan, lalu mengapa harus King yang didatangkan ?
2. Craig Bellamy (Manchester City)
| Klub | Pos | Harga | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|---|---|
| Manchester City | Striker | £14 Juta | 29 | West Ham |
Bellamy bukanlah pemain yang buruk, namun juga bukan pemain depan yang dibutuhkan City. Selain itu usia yang sudah mencapai 29 tahun jelas bukan muda lagi apalagi jika dikaitkan dia merupakan striker yang mengandalkan kecepatan. Harga transfernya juga melampaui nilai sewajarnya, lagi-lagi City terlalu menghamburkan uang yang tidak perlu.Striker tipe 'Big Man' adalah yang dibutuhkan City untuk diduetkan dengan Robinho. Striker Citizen asal Brazil Jo memang memenuhi kriteria 'big man' itu, namun ternyata ia lebih sering tampil mengecewakan dan membuat harga £19 jutanya seakan sia-sia. Sekarang datang Bellamy yang bertipe hampir sama dengan Robinho namun kalah kualitas, membuat ini adalah transfer yang buruk bagi City.
Bagaimana menurut anda ? Silahkan komentar :)



Mister Wong
Digg
Del.icio.us
Slashdot
Furl
Yahoo
Technorati
Newsvine
Googlize this
Blinklist
Facebook
Wikio







